Sabtu, 13 Oktober 2012

Perasaan pada ilmu Psikologi


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia.
Sesuai dari katanya bahwa psikologi terdiri dari dua kata yang mempunyai arti. Psikologi ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dimana ilmu ini sangat penting untuk kita pelajari sebagai mahasiswa dan mahasiswi Pendidikan Agama Islam yang akan di aplikasikan nanti kalau sudah masuk dunia mengajar dan terjun di masyarakat.
Perhatian pada psikologi yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Maka bagaimana perhatian tentang perhatian psikologi umum.
Pengamatan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang cerdas. terjadi terhadap suatu proses dengan maksud merasakan dan memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan.

B.     Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakanag yang telah dipaparkan diatas, maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Menjelaskan tentang pengertian perasaan.
2.      Menjelaskan tentang cirri-ciri perasaan.
3.      Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perasaan.
4.      Menjelaskan tentang intensitas perasaan.
5.      Menjelaskan tentang dimensi perasaan.
6.      Menjelaskan jenis-jenis perasaan.

C.    Tujuan Penulisan
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka adapun tujuan dari pembuatan makalah yaitu:
1.      Untuk mengetahui dan memahami pengertian perasaan.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri perasaan.
3.      Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perasaan.
4.      Untuk mengetahui intensitas perasaan.
5.      Untuk mengetahui dimensi perasaan.
6.      Untuk mengetahui jenis-jenis perasaan.

D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini:
Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat berguna terutama bagi penyusun makalah untuk dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan dapat pula menjadi bahan masukan bagi pihak yang membaca atau mmahami makalah ini dan membrikan masukan untuk penyempurnaan makalah dari berbagai kekurangan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perasaan
Perasaan atau dalam istilah lain disebut  “renjana” adalah gejala psikis yang memiliki sifat khas subjektif yang berhubungan dengan persepsi dan dialami sebagai rasa senang-tidak senang, sedih-gembira dalam berbagai derajat dan tingkatannya.
Menurut Maramis (1999), perasaan adalah nada perasaan menyenangkan atau tidak, yang menyertai suatu pikiran dan biasanya berlangsung lama serta kurang disertai oleh komponen fisiologik.
Perasaan adalah sesuatu tentang keadaan jiwa manusiayang dihayati secara senang atau tidak senang.
·         Contoh:
ü  Perasaan menyenangkan: senang, bangga, kasih saying, gembira, enak, lezat, keindahan, dan ketenangan.
ü  Perasaan tak menyenangkan: sedih, kecewa, sakit, gelisah, dan kacau.
Menurut Kartono K. (1996), perasaan atau renjana adalah reaksi rasa dari segenap organisme psiko-fisik.
Menurut Abu Ahmadi (1983), perasaan adalah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubunga dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif.

B.     Ciri-ciri Perasaan
Setiap individu memiliki reaksi yang bersifat individual dalam menghadapi suatu keadaan, baik itu persepsi, perasaan, dan emosi.
Ciri-ciri dari perasaan yaitu:
1.      Perasaan selalu terkait dengan gejala kejiwaan yang lain, khususnya persepsi.
Contoh:
ü  Dalam diri seseorang timbul perasaan gelisah dan takut karena memikirkan atau mengingat trauma pada masa lalu.
ü  Perasaan gembira saat mendapatkan hadiah yang diberikan oleh orang tua.
2.      Perasaan sifatnya individual atau subjektif.
Contoh:
ü  Pada saat menonton suatu pertandingan sepak bola, ada yang gembira karena tim yang di andalkan dapat memasukkan bola ke gawang lawan, tapi ada juga yang sedih karena tim yang dibanggakannya kalah.
ü  Dalam keluarga, pada saat anaknya belum pulang dari sekolah, si ibu mungkin cemas, tapi si bapak tenang-tenang saja.
C.    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi  Timbulnya Perasaan.
1.      Keadaan jasmani atau fisik individu yang bersangkutan.
Contoh:
ü  Perasaan individu yang sedang sakit, lebih sensitive dibandingkan orang sehat.
ü  Perasaan individu yang pendek gemuk kebal terhadap kritik.
2.      Struktur kepribadian individu dalam mengalami suatu perasaan.
Contoh:
ü  Individu yang kepribadiannya mudah marah.
ü  Individu yang berkepribadian introvert memiliki perasaan yang sensitive.
ü  Kepribadiannya peramah biasanya perasaanya halus.
3.      Keadaan temporer pada diri individu pada diri individu atau bergantung pada suasana hati, individu yang sedang kalut pikirannya sangat peka terhadap perasaan di banding orang yang normal.
D.    Intensitas Perasaan
Intensitas (tingkat dan kekuatan) perasaan bergantung pada hal-hal sebagai berikut :
a.          Intensitas perasaan persepsi lebih kuat dibanding tanggapan, fantasi dan ingatan.
Misalnya perasaan saat bertemu dengan saudara kandung yang sudah lama
berpisah, intensitasnya lebih kuat dibanding perasaan yang timbul tatkala hal itu
sudah menjadi kenangan.
b.         Intensitas perasaan melalui pengamatan indra pembau dan pengecap intensitasnya
lebih tinggi dibanding perasaan melalui penglihatan dan pendengaran,misalnya perasaan akibat mencium bau bangkai lebih intens dari pada mendengar suara gaduh.
c.          Intensitas dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis, misalnya dahulu, perasaan saya
apabila mendengar  musik dangdut muak sekali, tetapi sekarang, begitu
mendengar alunan musiknya saja sudah ingin joget.
d.         Intensitas perasaan turun  karena perasaan itu dialami berulang-ulang atau sudah
cukup lama, misalnya memutar VCD dengan lagu-lagu yang berulang-ulang membosankan, perasaannya tidak senang di banding pada saat pertama kali memutar VC  tersebut.

E.     Dimensi Perasaan
Menurut Wund:
Seperti di kemukakan oleh Bimo Walgito (1989), menurut Wund perasaan itu memiliki 3 dimensi, yaitu :
a.    Perasaan senang dan tidak senang, misalnya seorang pasien merasa senang karena penyakitnya dinyatakan sembuh oleh dokter atau seorang pasien merasa tidak senang di rawat di suatu rumah sakit karena pelayanannya jelek.
b.   Perasaan excited atau inner feeling, yaitu perasaan yang dialami individu disertai prilaku atau perbuatan yang tampak, misalnya karena diterima masuk akademi keperawatan, perasaannya gembira disertai menari-nari.
c.    Perasaan expectancy atau release feeling, yaitu perasaan yang masih dalam pengharapan atau memang betul-betul telah terjadi.
Contoh :
·         Alangkah bahagia perasaan saya apabila kelak dapat meneruskan ke S1 Keperawatan setelah lulus D3 Keperawatan.
·         Waktu saya dinyatakan diterima di D3 Keperawatan, perasaan saya betul-betul gembira sekali.
Menurut Stern:
Sebagaimana dipaparkan oleh Bimo Walgito (1989), yang manyebutkan bahwa dimensi
perasaan adalah :
a.  Perasaan present, yaitu perasaan yang berhubungan dengan situasi actual atau yang sedang terjadi, misalnya saya merasa senang karena saat ini anak saya bias kuliah di Akademi Keperawatan.
b. Perasaan yang menjangkau maju, yaitu perasaan yang masih dalam pengharapan, misalnya alangkah gembiranya apabila kelak anak saya menjadi seorang dokter.
c. Perasaan yang berhubungan dengan waktu lampau, misalnya merasa sedih apabila mengingat masa lampau, sewaktu masih anak-anak yang penuh derita.
F.     Jenis Perasaan
Menurut Max Scheler
Kartini Kartono (1996), mengemukakan bahwa menurut Max Scheler, perasaan itu ada 4 macam, yaitu :
a.       Perasaan pengindraan/indriawi atau tingkat sensoris, yaitu perasaan yang berhubungan dengan beberapa pengamatan pengindraan, atau rangsangan jasmaniah, misalnya rasa nyeri, panas, dingin, pahit, asin, geli dan bau.
b.      Perasaan kehidupan vital, yaitu perasaan yang berhubungan dengan fungsi hidup atau kondisi jasmaniah, perencanaan makanan, pernapasan dan peredaran darah, termasuk juga perasaan insting, misalnya rasa lelah, segar, capek, haus, lapar, kurang enak badan dan lesu.
c.        Perasaan kejiwaan atau psikis, yaitu perasaan yang dapat diberi motivasi, misalnya rasa gembira, susah, sedih, takut, kecewa, simpati, benci, bahagia, tertekan, dan senang.
d.       Perasaan kepribadian, yaitu perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan kepribadian, penilaian, diri dan harga diri, misalnya perasaan harga diri, perasaan percaya diri, putua asa dan perasaan puas.

Menurut Kohnstamm
Bimo Walgito (1986), juga menguraikan pendapat Kohnstamm bahwa macam perasaan, yaitu :
a.       Perasaan keindraan, yaitu perasaan yang berhubungan dengan pengamatan melalui alat indra, misalnya pengamatan pengecapan, pengamatan bau, pengamatan pendengaran, dingin, panas dan nyeri. Adapun yang termasuk kedalam  persaan ini adalah lapar, haus, sakit dan lelah.
b.      Perasaan kejiwaan,  dibedakan menjadi :
ü  Perasaan intelektual-Intelektual atau pikiran berasal dari bahasa yunani, artinya intellect, yaitu perasaan yang timbul atau menyertai pekerjaan intelek dan memperkuat dorongan pengetahuan dan perasaan yang timbul atau menyertai apabila individu dapat memecahkan suatu persoalan/penemuan baru sebagai hasil kerja dari sudut intelektual.
Contoh :
·         Dapat memecahkan soal hitungan.
·         Memahami suatu pelajaran.
·         Tidak memahami suatu pelajaran.
ü  Perasaan kesusilaan atau perasaan etis. Etis berasal dari bahasa Yunani ethica, yaitu perasaan yang timbul apabila individu menghayati hal-hal yang baik dan buruk, menurut norma-norma kesusilaan. Ukurannya adalah kata hati, hati nurani atau conscience.
Contoh:
·         Berbuat sesuatu yang baik, kata hati kita adalah sesuai dengan norma-norma yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, misalnya seorang perawat yang mengabdikan dirinya semata-mata karena panggilan jiwa dan kemanusiaan adalah perbuatan yang mulia.
·         Berbuat sesuatu yang buruk, kata hati kita adalah bertentangan dengan norma masyarakat, misalnya ucapan seorang perawat sangat menusuk hati pasien yang di rawatnya.
ü  Perasaan keindahan atau aesthetica, yaitu perasaan yang timbul apabila individu mengamati sesuatu yang indah atau jelek. Ukuran perasaan keindahan adalah cita rasa, yaitu ukuran yang dipergunakan pada waktu menganggapsesuatu indah atau jelek.
Contoh :
·         Pemandangan di daerah Bulukumba sangat indah.
·         Betisnya indah bagaikan betis belalang.
ü  Perasaan kemasyarakatan atau sosial, yaitu perasaan yang timbul dalam diri individu, berkaitan dengan interaksi individu dengan orang lain. Dalam perasaan kemasyarakatan dapat berupa perasaan individu terhadap orang lain dan pengalaman individu dengan orang lain.
Contoh :
·         Simpati, empati, antipati, cinta, benci, persahabatan, permusuhan, cemburu, iri hati, persatuan dan kesatuan, egoisme atau mementingkan diri sendiri, atau mementingkan orang  lain, perasaan kebangsaan.
ü  Perasaan harga diri, yaitu perasaan yang menyertai harga diri individu. Perasaan memiliki harga diri yang tinggi apabila orang mendapatkan penghargaan, sukses, atau sebaliknya, harga diri rendah apabila dalam kehidupan gagal.
Contoh  :
·         Seseorang memiliki harga diri setelah usahanya berhasil dan berkembang dengan baik.
·         Seorang mahasiswa memiliki harga diri yang tinggi Karena menjadi bintang kampus.
·         Seorang mahasiswa tidak memiliki harga diri karena kuliahnya kandas di tengah jalan dan sekarang jadi pengangguran.
ü  Perasaan ke ketuhanan, yaitu perasaan yang menyertai kepercayaan kepada sang pencipta (Tuhan Yang Maha Esa) sebagai bentuk perasaan tertinggi, terdalam, mulia dan teragung pada manusia. Perasaan ini membawa individu untuk berbuat baik, berbuat sholeh, melakukan perbuatan luhur dan perbuatan suci. Perasaan lain, misalnya takjub terhadap kebesaran Tuhan, tawakkal, tak kuasa dan pasrah.
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perasaan adalah sesuatu tentang keadaan jiwa manusiayang dihayati secara senang atau tidak senang.
Perasaan dapat diidentifikasikan secara psiko-fisik karena kehadirannya terkait langsung dengan jiwa dan fisik manusia. Ketika tengah dilanda kesenangan yang memuncak, manusia akan mendapatkan kepuasan secara psikis.
B.     Saran
Penulis menyarankan kepada para pembaca bahwa saya dari penulis menerima dengan lapang dada segala kritikan dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.
Dan menyarankan kepada para pembaca hendaknya tidak hanya mengambil satu referensi dari makalah ini saja dikarenakan kami dari penulis menyadari bahwa makalah ini hanya mengambil referensi dari beberapa sumber saja.

DAFTAR PUSTAKA

            episentrum.com/search/pengertian-perasaan-menurut-psikologi.html





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar